vintage vs retro

Fashion Gaya Vintage Vs Retro, Mana yang Lebih Disukai?

Berbicara dunia fashion, memang tidak ada matinya. Dari waktu ke waktu seringkali ada perputaran perihal gaya atau style dari fashion yang diadopsi oleh masyarakat luas. Dua di antaranya adalah gaya vintage dan retro.

Banyak yang menganggap, bahwa keduanya adalah sama. Padahal, tentu banyak perbedaan. Untuk itu, simak, yuk ulasannya!

Vintage vs Retro, Gaya Jadul yang Berbeda Masa

Hal yang seringkali membuat masyarakat terkecoh adalah perihal dua gaya yang sama-sama termasuk pada gaya jadul. Baik retro maupun vintage, merupakan saduran gaya dari masa lampau. Meskipun sama-sama style jadul, namun dari segi tahun kepopulerannya tentu berbeda.

Untuk gaya vintage, populer pada era 20-an sampai era 60-an. Dengan begitu, vintage sudah lama sekali hadir menjadi trend style fashion masyarakat.

Sementara untuk retro, gaya ini diadaptasi dan populer pada era 70-an sampai 90-an. Secara tidak langsung, style ini lebih mudah dibandingkan dengan gaya vintage.

Selain pada masa kepopuleran atau masa adaptasinya, kedua gaya ini pun punya perbedaan juga dari segi warna. Ada yang bermain kalem, ada juga yang lebih berani. Pun dari model pakaian yang punya khas berbeda.

 

Kriteria Gaya Vintage

Dari segi zaman, tentu keduanya ada perbedaan, bukan? Begitu pun dari segi kriterianya. Untuk gaya vintage, maka bisa diketahui seperti berikut ini kriteria style-nya.

–          Motif Polkadot, Bunga atau Garis

Salah satu yang jadi ciri dari fashion gaya vintage, adalah adanya penerapan motif yang diaplikasikan pada busana. Dari segi motif, biasanya gaya ini mengambil kesan ramai.

Beberapa motifnya adalah seperti polkadot full, atau motif bunga-bunga yang memenuhi pakaian. Biasanya, motif tersebar merata sehingga menjadikan kesannya lebih colorful.

–          Warna Soft dan Feminin

Selain menghadirkan kesan ramai dengan balutan warna yang colorful, gaya ini pun memberikan kesan feminin pada pemakainya. Untuk warna yang digunakan pun lebih kepada warna soft yang kalem dan menenangkan.

–          Jenis atau Gaya Pakaian

Untuk contoh penerapan, biasanya, masyarakat mengenakan rok A-Line atau flared skirt di bawah lutut. Sementara untuk celana, gaya vintage mengadaptasi celana dengan model di atas pinggang.

Bisa juga menggunakan dress selutut, atasan tanpa lengan, maupun lengan tiga per empat.

Kriteria Gaya Retro

Selain vintage, ada juga gaya retro yang diadopsi lebih baru dibanding vintage. Lantas, bagaimana kriterinya?

–          Motif Simetris dan Bebas

Tidak seperti gaya vintage yang lebih mengusung kesan colorful dengan penggunaan motif bunga atau polkadot. Sementara gaya retro, lebih kepada penggunaan motif simetris atau pun bebas.

Dalam satu pakaian, maka motifnya bisa beragam. Baik ragam motif simetris, maupun bunga-bunga dengan beda  bentuk.

–          Warna yang Lebih Berani

Berbeda dengan gaya vintage yang memadukan warna-warna kalem sebagai tren-nya. Untuk gaya retro, dalam pengambilan warnanya lebih berani yang bernuansa cerah. Sehingga kesan yang ditampilkan pun lebih mewah dan gemerlapan.

–          Penerapan Model

Jika pada gaya vintage, penggunaan rok di bawah lutut, maka berbeda dengan gaya retro. Pada tren ini, model bawahan yang digunakan berupa celana cutbray atu celana pendek. Bisa juga mengenakan rok bermodel span.

Untuk atasannya, biasanya diterapkan model baju polos berwarna cerah atau terbuat dari manik-manik. Kemudian dipadukan juga dengan rompi maupun jaket kulit.

Dari penjelasan tersebut, tentu ada perbedaan dari gaya vintage dengan retro ini, bukan? Nah, dari ulasan yang sudah diuraikan, mana gaya fashion jadul yang lebih Anda sukai?